Asal-usul Lidah Buaya
Lidah buaya dalam bahasa latin ialah “Aloevera Barbadensis Miller”
atau yang lebih dikenal dengan nama “Aloe Vera”. Lidah buaya merupakan jenis tanaman berduri yang hanya tumbuh di daerah
kering di benua Afrika. Lidah buaya sebenarnya telah dikenal sejak ribuan tahun
lalu, karena tanaman ini memiliki khasiat dan manfaat yang dapat dipergunakan
untuk kesehatan. Fakta lain mengatakan bahwa bangsa Mesir Kuno telah lama
mengetahui manfaat dan khasiat dari lidah buaya sebagai tanaman kesehatanan dan hal itu terjadi sejak tahun 1500 SM.
Tidak hanya Mesir yang mengetahui khasiat tanaman ini, tepatnya di Zaman Yunani kuno ada
seorang dokter bernama Discordes yang menyatakan bahwa tanaman lidah buaya
dapat menyembuhkan beragam jenis penyakit yang diderita oleh tubuh.
Kandungan Lidah Buaya
Lidah buaya atau dengan kata lain “aloe vera” jenis tanaman
berduri yang memiliki banyak kandungan gizi yang diperlukan tubuh manusia. Komponen
lidah buaya yang berbentuk gel sebagian besarnya ialah air dengan persentasenya
mencapai 99,5% sedangkan untuk total padatan terlarutnya ialah 0,49%, lemak
0,067%, karbohidrat 0,043%, protein 0,038%, vitamin 0,49%. Untuk kandungan
vitamin yang paling tinggi ialah vitamin C dengan total 3,476mg. (Furnawanti,
2002)
Tanaman lidah buaya hanyalah sebagian kecil dari 10 tanaman
terpopuler di dunia yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman
obat dan bahan baku industri. Di dunia ini ada sekitar 200 jenis lidah buaya
yang diketahui. Dari 200 jenis tanaman lidah buaya tersebut hanya jenis “Aloevera
Barbadensis Miller” saja yang dapat dipakai untuk pengobatan. Jenis ini
setidaknya mengandung 72 zat yang dibutuhkan tubuh manusia. Ke 72 zat itu
terdapat 18 macam asam amino, karbohirat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormone,
dan zat golongan obat. Zat golongan obat sendiri ialah antibiotic, antiseptic,
antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan,
antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten
terhadap antibiotik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar